ARTIKEL
Problematika serta solusi
Kurikulum 2013
Kurikulum
baru ini yang rencana pelaksanaannya menghabiskan anggaran hingga 2,49 triliun
telah menuai banyak kritik, termasuk dari kalangan aktivis, antara lain, karena
membuang sains dan menggantikannya dengan pendidikan kewarganegaraan (civics) dan
pelajaran agama. Jadi, kurikulum baru ini lebih banyak muatan pendidikan
kebangsaan dan agama, sedangkan sains atau IPA akan digabung ke dalam dua mata pelajaran
tersebut. Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhammad Nuh, yang dikutip
oleh berbagai media massa, tidak lucu mengintegrasikam pendidikan kebangsaan
dan pendidikan agama dengan pelajaran kimia dan ini akan membuat anak menjadi
lebih kreatif. Muhammad Nuh juga mempertahankan keputusan menteri untuk
menambah dan pelajaran agama dengan harapan penambahan dua jam pelajaran agama
akan membantu program pembasmian teroris. Muhammad Nuh berkeyakinan bahwa gerakan
terorisme yang semakin meningkat di Indonesia, menurutnya, karena tidak
lengkapnya pendidikan agama. Oleh karena itu, kita perlu menambah jam pelajaran
agama. (Syarwan Ahmad, Jurnal Pencerahan, Vol.8, No.2, 2014:100)